Selamat Datang di Portfoliokita
PRO GRADUATE MANULIFE
Pro Graduate Manulife
Pro Graduate dari Manulife Financial, baru saja diluncurkan tanggal 26 MAret 2012. Seiring dengan ditutupnya penjualan PRO SISWA PLATINUM, maka Manulife melahirkan produk endowment baru ini. Masih ingatkah Anda karakteristik dari Endowment?
Endowment adalah asuransi tradisional dengan jangka waktu pembayaran yang tetap, dan hasil tabungan yang diberikan secara bertahap kepada klien.
Pro Graduate diciptakan untuk orang tua/calon orang tua yang ingin menyiapkan dana pendidikan untuk si kecil. Dan bisa dilihat, PRO GRADUATE MANULIFE memberikan dana tunai terbesar ketika si kecil akan masuk kuliah S1, jadi tujuannya adalah persiapan dana kuliah.
INTERMEZZO yaaa. Sebelum membahas mengenai PRO GRADUATE MANULIFE
EHEM **sambil sedikit batuk
wacana yang pernah saya dapat dari Tante saya, sebagai berikut: (pandangan ini, akhirnya jadi pandangan juga buat saya dan suami)
SD, SMP, atau SMA.. bahkan TK dan Kelompok Bermain, tidak perlu repot memilih sekolah. Karena, ketika Anda mau cari pekerjaan, pada saat di-interview melamar pekerjaan, yang ditanya adalah
"Anda lulusan dari universitas mana?"
bukan pertanyaan ini
"Anda lulusan SD mana yah?"
**hehehe, dilarang ngakak abisss... boleh kok kalo mo senyum-senyum.. hehehe
tapi itu kenyataan kan? tidak ada seorang interviewer, yang menanyakan pertanyaan tersebut.. :)
jadi, yang terpikir, saya sebagai orang tua, adalah bagaimana caranya kami sebagai orang tua, menyediakan biaya kuliah bagi Revi, anak kami yang berusia 3 tahun. Karena, semakin bagus Universitas atau Sekolah Tinggi, maka semakin besar kesempatan bagi Revi untuk tetap survive dan sukses di zamannya.
Waktu saya hitung biaya kuliahnya, menurut tabel yang tersedia di priority choice Manulife Indonesia, saya sampai pusing lihat angkanya.. karena ternyata inflasi dan pertumbuhan ekonomi menyebabkan angka itu sangat tinggi.. :(
kalau sekarang, tahun 2009 Revi berumur 3 tahun, berarti dia akan masuk kuliah, 15 tahun kemudian, artinya tahun 2024. Huaaahh... saya cuma punya waktu 15 tahun untuk menabung bagi Revi... buru-buru aaah!
setelah wacana ini saya paparkan, jangan diprotes dulu yah, karena pendapat orang bisa beda-beda.. ini hanya pandangan seorang Devi Dimitra Maksum.
sekarang, kembali ke produk Manulife yang bernama PRO GRADUATE MANULIFE. PRO GRADUATE MANULIFE disediakan untuk teman-teman yang punya rencana hampir sama dengan saya, yaitu menabung untuk kuliah anak-anak.
Pro Graduate Manulife memberikan nilai tunai di tahun-tahun berikut
- Usia 18 tahun = 120% UP
- Usia 19 tahun = 15% UP
- Usia 20 tahun = 15% UP
- Usia 21 tahun = 15% UP
- Usia 22 tahun = 15% UP
- Usia 23 tahun = 70% UP
untuk masa pembayaran, bisa dipilih 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun.
Kelebihan dari produk PRO GRADUATE MANULIFE ini adalah = GUARANTEE ISSUED. Produk ini dengan pemegang polis dan tertanggung adalah nama orang tua, maka bisa mendapatkan perlindungan asuransi jiwa gratis, dan asuransi kecelakaan gratis (ADB).
Guarantee Issued= artinya untuk BAND 1, NON MEDICAL TEST!
Klien dapat memilih Uang Pertanggungan sebagai berikut:
1. BAND 1 Uang Pertanggungan 75juta - 200juta
2. BAND 2 Uang Pertanggungan >200juta
Menyiapkan dana pendidikan si kecil, tidak cukup dengan hanya menabung! Anda perlu mengetahui berapa besar dana pendidikan yang Anda butuhkan! Cobalah hitung-hitung sendiri dengan tingkat inflasi 15%, dijamin Anda pingsan! just kidding sir! :)
Jika Anda tertarik, hubungi saya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk ini, hubungi saya atau tim saya.
Berikan nama, tanggal lahir, jenis kelamin, status merokok dan usia anak saat ini.
Pro Graduate Manulife merupakan salah satu solusi keuangan, marilah kita bangun Indonesia dimulai dari diri sendiri. Dengan menyiapkan dana pendidikan untuk si kecil, Anda berpartisipasi dalam kemajuan bangsa ini.
Pasti Anda ingin si kecil jadi orang yang bermanfaat buat keluarganya dan bangsanya.
Waaaaah indahnya masa depan!
Cheers,
Devi Dimitra Maksum
Unit Manager J. Gamma Fortuna
Email:
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Tel 08551027107, 70969027
Pin BB 25855389
ARTIKEL INI DILINDUNGI HAK CIPTA -- DILARANG COPY dan MENGGUNAKAN-NYA DI WEBSITE LAIN!
Bagi Agen Manulife, silahkan gunakan artikel ini untuk pelajaran bagi diri sendiri, tapi jangan ditaruh di iklan Anda atau website lain, dan mengganti nama pemilik artikel ini.
Dana Pendidikan Shock-Therapy
Bunda, Terima Kasih sudah daftarkan Revi sekolah
Revi mengucapkan kata-kata itu dengan ketulusan dan kepolosan seorang bocah kecil. *Saya jadi terharu
Revi(anak saya) sekarang sudah berumur 6 tahun. Tidak terasa waktu berlalu, dari dia masih bayi, dan sekarang beranjak ke usia sekolah dasar. Saya merasa bahagia bisa menyekolahkan Revi di sekolah idamannya, dan dia memang kepingin sekali sekolah disitu. Alhamdulilah, dengan penuh perjuangan selama tahun 2011, saya kumpulkan sedikit-sedikit uang pangkal untuk masuk ke SD.
Waktu pertama kali, saya jadi agen Manulife Financial, saya terkena shock-therapy yang hebat, dan ternyata sangking hebatnya, bisa mengubah gaya hidup saya. Alhamdulilah, sebagian kecil dari tujuan saya sudah tercapai karena shock-therapy tersebut.
Inilah shock-therapy yang dilakukan oleh Manulife dan Manager di atas saya (Dini).
= Saya disuruh menghitung perkiraan dana pendidikan anak dengan formulir Dana Pendidikan Anak yang disediakan oleh Manulife.
Mulai dari SD, SMP, SMA dan Kuliah. Dengan perkiraan inflasi dan jenis sekolah yang saya inginkan untuk Revi.
Waktu hasilnya keluar, saya terbengong-bengong.. rasanya mau pingsan deeeh. Dan waktu saya tunjukkan hasil hitungan saya ke suami, suami terkejut dan kepingin pingsan juga.. hahahaha :)
tapi daripada pingsan bersama, kami sepakat, bahwa dana pendidikan tidak bisa diciptakan begitu saja. Kami harus mulai menabung sejak saat itu. == dan saat itu Revi berusia 3 tahun.
Di tahun itu, penghasilan suami hanya bisa menghidupi kami bertiga, dan kami masih banyak hutang kartu kredit dan KPR. Saya sendiri blum bisa menyumbang banyak ke keuangan keluarga, karena hasil jual-beli komik bekas, honorer dosen, dan jual coklat blum memadai.
Dengan ke-miniman yang kami miliki, kami memaksakan diri untuk menabung di asuransi pendidikan untuk persiapan dana pendidikan, dan membeli asuransi jiwa+kesehatan untuk suami. Karena kami tidak mau menghadapi kenyataan REVI TIDAK SEKOLAH.
Tidak adil untuk anak kami, apabila dia tidak memperoleh kesempatan kuliah di S1, sementara kami orang tuanya pernah kuliah di S1.
Walaupun sedikit, kami memutuskan membeli asuransi pendidikan dari Manulife, dengan return bunga yang tidak begitu banyak. Dan seiring waktu kami menambah budget tabungan lewat reksadana, dan logam mulia.
Semoga, smua yang saya dan suami rencanakan dapat terwujud, dan Revi bisa menjadi anak yang sholeh dan bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Amin.
Nah di bawah ini berdasarkan hitungan saya saat ini, dengan mengikuti cara hitungnya mbak Ligwina Hananto.
| SMP | |
| Biaya Saat ini Masuk SMP | 20,000,000 |
| Jangka Waktu Menabung | 6 |
| Perkiraan Biaya di tahun tersebut | 46,261,215 |
| Tabungan Per bulan | 642,517 |
| SMA | |
| Biaya Saat ini Masuk SMA | 20,000,000 |
| Jangka Waktu Menabung | 9 |
| Perkiraan Biaya di tahun tersebut | 70,357,526 |
| Tabungan Per bulan | 651,459 |
| Kuliah S1 | |
| Biaya Saat ini Masuk Kuliah | 100,000,000 |
| Jangka Waktu Menabung | 12 |
| Perkiraan Biaya di tahun tersebut | 535,025,011 |
| Tabungan Per bulan | 3,715,451 |
| TOTAL TABUNGAN PER BULAN | 5,009,427 |
Saya sudah membayar asuransi pendidikan per tahun = Rp 4.2juta, dan saya ikut reksadana MSSA Rp 300ribu per bulan, Logam Mulia = Rp 1juta per bulan. Blum lagi asuransi jiwa untuk suami dan atas nama saya.
kita fokuskan di dana pendidikan ya.
Ternyata.. per bulan saya hanya menabung untuk anak saya sebesar = Rp 1.650.000, dengan dipecah ke beberapa bagian.
Dan.. itu blum cukup. :(
hik...
tapi saya mampunya baru segitu. Gapapa yaaa. jangan diomelin! agen asuransi yang menyarankan begitu banyak produk keuangan, baru bisa nabung segitu.
Di awal-awal saya menjadi agen Asuransi, saya berusaha menawarkan asuransi pendidikan ke teman-teman lama saya, bahkan kepada keluarga saya. Tapi justru mereka menolaknya dikarenakan hal di bawah ini
1. Dana pendidikan bisa disiapkan pada saatnya nanti, misalkan mau masuk SD, kita kumpulkan di saat mau masuk SD. Atau mau masuk Kuliah, dikumpulkan pada saatnya nanti, toh masih lama 15 tahun lagi kan? (ini yang anaknya umur 3 tahun saat ini)
2. Dana pendidikan tidak bisa disiapkan karena blum ada budget untuk menabung, kehidupan sangat minim.
= oke, di bawah ini komentar saya mengenai keberatan mereka, maaf yaa pembaca!
Ingat dong, siapa yang saya tawarin asuransi ini? Mereka adalah teman-teman saya, yang semuanya adalah middle-class! Artinya income mereka rata-rata Rp 3juta- Rp 10juta, atau ada yang incomenya lebih. Jadi mereka bukan low-class, yang masih mikirin bagaimana harus makan hari ini.
keberatan pertama:
1. Dana pendidikan bisa disiapkan nanti === iya sih, kalau dana pendidikan masuk TK dan SD, mungkin bisa menyusul! Masuk TK mungkin sekitar 2juta-5juta, dan masuk SD, sekarang ada yang gratis, kalau mau agak keren dikit, bisa masuk ke SD yang uang pangkalnya sekitar 5juta-15juta.
masih kuat deeh untuk nanggung biaya masuk SD.
tapi Pak, Bu.. kalau masuk Kuliah, Anda tidak bisa main-main, harus disiapkan sejak sekarang, bahkan ketika anak baru lahir! Dana kuliah sedemikian besarnya, apabila Anda beranggapan bisa disiapkan NANTI! berarti Anda hanya punya waktu 3 tahun setelah masuk SMA kelas 1, untuk mengumpulkan dana pendidikan masuk kuliah.
huaaaaa! tiga tahun? -- apa gak stress tuh?
Tanggapan untuk keberatan kedua
2. Belum ada Budget! alias blum ada uang tersedia.
Hah? yang benar aja? -- bisa tuh beli Black Berry, beli AC (padahal bisa pakai kipas angin), dan yang tidak masuk diakal, bisa beli PSP!
yang menakjubkan, smua itu dicicil 12 kali, alias 1 tahun.
Tapi menyicil biaya pendidikan anaknya == blum ada budget!
**PLUK. PLUK. PLUK.
(Saya ditimpuk dari belakang ama pembaca)
Maappp maaappp.. *sembah-sembah
saya gak nyindir Anda kok! diiih.. ngerasa ya? hehehe. ;)
== back to topic.
OK, Mereka, teman-teman saya, mempunyai resiko besar sekali! Yaitu Anak mereka tidak sekolah!
tapi saya gak bilang gitu ke mereka, entar saya dimusuhin ama teman saya dong.. aah.. saya kan cuma kasih solusi dan melakukan shock-therapy, kalau dia-nya KEBAL, mau bilang apa? saya tidak akan bicara lagi, dan setelah saya melakukan shock-therapy tapi tidak berhasil, biasanya saya akan diam, dan tidak pernah lagi membicarakan mengenai produk yang saya tawarkan kepada dia.
Saya sih cuma senyum-senyum aja kok, bahkan saya mendoakan agar mereka dapat rezeki yang berlimpah, dan pencari nafkah keluarga tetap sehat wal afiat, sehingga tujuan keluarganya tercapai.
It's their family, their beloved-child, their decision!
so, sekarang saya mau tanya ke Anda! sudahkah Anda menyiapkan dana pendidikan untuk anak Anda yang lucu itu.
Saya bisa menawarkan solusi dana pendidikan dari sisi asuransi.
= PRO GRADUATE (tradisional)
= STUDY LINK
= BERKAH SAVE LINK
berikan saya nama, tgl lahir dan status merokok. (orang tua), dan data anak. Nanti kita bisa diskusikan mana paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.
Jangan tunda-tunda aah, sekarang hubungi saya ya!
My Trip to Shanghai and Beijing
Sori ah, artikel ini tidak berujung mengenai review produk asuransi, saya ingin bercerita mengenai perjalanan saya ke Shanghai dan Beijing, dan bagaimana saya mencapainya.
Divisi Raya Manulife, di bawah naungan bu Nancy, mengadakan kontes Mini Conference ke Shanghai-Hang Zhou. Dengan target sebagai berikut, dari awal Januari 2011 sampai akhir September 2011, kami diharuskan mempunyai 90.000 NAC, atau sama dengan mengumpulkan premi sekitar Rp 150juta dalam 9 bulan itu. Nah, saya berhasil mencapai target di bulan Juli 2011, 2 bulan lebih awal.
Serunya, kontes ini diadakan berbarengan dengan cabang lain dalam Divisi Raya, alhasil ada 72 orang yang berhasil mencapai target tersebut, dan berangkat menuju Shanghai.
Saya mengadakan perjalanan pribadi ke Beijing bersama teman saya, Dini Indah M. Oh iya, Dini adalah manager yang merekrut saya, jadi posisinya di atas saya. Dini ini adalah teman SMP saya di SMP Perguruan Cikini, tepatnya teman sebangku saya di kelas III-1. Sejak saya kuliah, kami sudah bercita-cita melakukan perjalanan ke luar negri bersamaan, yang akhirnya pada saat kuliah, Dini pergi ke Sidney Australia sendiri, dan saya juga ke Sidney Australia sendiri, tapi kita tidak berbarengan. Setelah hampir 15 tahun kemudian, kami baru bisa bersama-sama berangkat ke luar negri, dan tentunya GRATISSS.
PRO HEALTH
PRO HEALTH asuransi Kesehatan murni dari Manulife, baru saja lahir. Masa penjualannya dimulai tanggal 18 Juli 2011. PRO HEALTH adalah bagian dari perencanaan keuangan keluarga yang optimal.
Akhirnya asuransi kesehatan murni ini keluar juga! Beberapa karakteristik produknya, akan saya paparkan di bawah ini.
Artikel ini sudah diupdate == tanggal 6 Agustus 2011
PRO HEALTH asuransi yang masa kontrak perlindungannya sampai usia 99 tahun. Bayangkan! 99 tahun.
Dimana semua perusahaan asuransi jiwa hanya mengcover kesehatan hingga usia 65 tahun, tapi asuransi kesehatan ini mengcover sampai usia 99 tahun.
Itu saja sudah merupakan suatu kegemparan tersendiri.
Saya SHOCK BERATTTTT!!!
Kelebihan berikutnya adalah = PREMI yang dibayarkan Jumlahnya TETAP dan tidak mengalami kenaikan.
MANFAAT UTAMA
- Biaya Rawat Inap Harian
- Biaya Penyakit Kritis (12 Penyakit Kritis)
- Biaya Unit Perawatan Intensif
- Biaya Pembedahan
- Biaya Konsultasi Dokter
- Biaya Obat Resep
- Biaya Ambulans
Selain Manfaat Utama, ada juga bonus-bonus yang disediakan oleh PRO HEALTH ini.
- Manfaat Meninggal
- Manfaat Akhir Pertanggungan
- Manfaat Kenaikan Otomatis Uang Pertanggungan
- Manfaat Hidup Panjang
Antara Adjie Massaid dan Kakakku
Kakak tersayang saya masih umur 41 tahun, meninggal dunia ketika sedang tidur. Sepertinya terkena serangan jantung.
Sama seperti Adjie Massaid yang meninggal dunia terkena serangan jantung.
Masih muda loh! tapi memang Maut tidak pilih-pilih.
Anda bisa baca tentang kakak saya di artikel BELI ASURANSI JIWA, SEKARANG ATAU NANTI.
Ringkasnya: Kakak saya, Dedi(nama samaran), berumur 41 tahun meninggal dunia meninggalkan 1 istri dan 2 orang anak. Istrinya adalah ibu rumah tangga yang cekatan dan pintar dalam mendidik anak dan tidak bekerja, anak-anaknya masih berumur 9 dan 10 tahun.
Ketika meninggal, Dedi meninggalkan UP Asuransi yang tidak besar, 2 mobil dan rumah. Akhirnya mobil dan rumah dijual oleh istri untuk dana pendidikan dan hidup sehari-hari.
Oke, kalau mas Adjie Massaid, Insya Allah keluarganya terjamin. Mudah2an semua dilancarkan urusannya untuk mbak Angie dan anak2nya.
Nah sekarang, kalau kayak saya dan suami, atau Anda yang masih berjuang menata keluarga kecil Anda. Bagaimana dong?
masih ragu untuk beli asuransi?
Aduuuh... jangan ragu dong mas. Ingat Anak dong, ingat istri.. kalau Anda sayang sama si kecil, pasti Anda ingin mereka tetap terjamin hidupnya walau bapaknya sudah dapet tiket duluan ke surga.
Waktu yang akan berbicara.
Tapi Waktu itu kejam loh. Apalagi di dunia asuransi, waktu itu akan memakan tubuh kita, sehingga tubuh bertambah tua dan kesehatan berubah, bahkan beda 1 hari pun berarti.
Perusahaan asuransi tidak mau menerima orang yang sakit, kalaupun mereka mau menerima, pastilah dikenakan ekstra premi.
Sudahlah, saya tidak mau menggurui Anda, biarlah hati Anda yang menjawab ini,
- Anda percaya Anda akan mati?
- Anda Sayang kepada anak Anda?
- Anda masih sehat?
kalau begitu
hubungi saya sekarang! dan tanya UP yang sesuai dengan kebutuhan, dan tentunya sesuai dengan budget Anda dan keluarga.
cheers,
Devi Dimitra Maksum
Manulife Financial
Tel. 08551027107, 70969027
Pin BB: 25855389
More Articles...
Page 1 of 2



